The alchemist & Laskar Pelangi. Dua judul teratas novel favoritku. Kalau kalian pernah membaca dua-duanya, mungkin kalian tahu kalau ada satu persamaan besar di dalamnya.
Keduanya bercerita tentang perjuangan untuk meraih mimpi.
Tapi seberapa besar pun aku suka novel2 semacam itu, aku bener2 nggak punya keberanian untuk bermimpi.
Aku nggak punya mimpi...
Yaah, paling2 cuman mimpi2 cethek semacam lulus kuliah, dapet kerja, berkeluarga, dsb.
Bener2 gak kreatif. Bener2 gak ambisius.
Aku percaya sama kekuatan mimpi. Mimpi punya kekuatan besar. Tapi buatku, mimpi juga punya konsekuensi besar.
Aku nggak mau jadi pemimpi yang bener2 hanya bisa 'bermimpi'. Aku mau jadi orang yang kalau sudah bermimpi, berarti dia sudah siap untuk memperjuangkannya.
Sayangnya, mungkin, aku mewujudkannya dengan cara yang salah.
Aku jadi orang yang gak mau bermimpi 'besar'.
Bukan. Bukan karena takut. Tapi karena aku males. Males meninggalkan situasi yang nyaman dan santai sekarang ini. Males kalau harus berubah dari orang yang suka 'mbathang' jadi orang yang sibuk mengejar mimpi.
Akhirnya, aku cuman bisa jadi pembaca kisah2 sukses orang2 hebat, merenunginya, lalu berdecak kagum. Tapi aku nggak pernah bisa mengaplikasikannya dalam hidupku.
Yaaahh... mungkin ini emang satu dari banyak kekuranganku.
Bantu aku memperbaikinya, teman...
Berita Gembira! Rumahindik sekarang pindah ke Rumahindy.com!
4 tahun yang lalu